Thursday, May 7, 2015

Day 7th - Mengejar Sakura Japan Trip - Kyoto

Jum'at 03 April 2015



Pagi ini kami harus mengejar kereta ke Kyoto, untuk mengunjungi beberapa spot disana. Dikarenakan saat kami sampai kami terlambat menaiki Shinkansen Hikari jadilah kami memutuskan untuk menggunakan jalur kereta biasa. Berbekal informasi via hyperdia kami mencari platform 12 LTD Thunderbird 9, Tapi saat sampai di flatform 12, kami melihat kereta tujuan Kyoto diflatform 13 sudah ready. Kami bingung dan ragu. Kami pun langsung lompat ke dalam kereta dan saat bertanya pada penumpang pintu kereta tertutup. Ternyata kereta ini adalah JR Line yang lebih lambat 6 menit dan kami harus transit di Takatsuki.. Hihihi.. Pengalaman buat kami. Saat baca Hyperdia baca dengan jelas line dan depture time. Kalo tertulis line 11 jam 09.17 walau saat itu jam 09.14 dan ada kereta lain di line sebelah yang melambai-lambai memanggil. Ignore kereta itu. Yakinlah pada Hyperdia. Hahahha


Sampai di stasiun Kyoto, kami langsung keluar menuju Bus Stasiun. Tujuan pertama kami adalah Kiyomizudera yang bisa dicapai dengan bus. Sebenarnya kita bisa membeli one day bus sebesar 500 Yen atau sightseeing bus 1200 Yen. Tapi pihak informasi bilang kami harus menaiki Bus no 100 dan membayar 230 Yen untuk sekali jalan. Sudahlah. Lagian kami adalah type orang yang mudah terpesona pada satu tempat. Nikmati saja..

Bus stop at Kyoto Stasiun
Kami turun di Gojo-zaka bus stop dan mulai perjalanan dengan mendaki. Sepanjang jalan kami menemukan banyak toko souvenir yang menggoda iman. Tapi kami terus melangkah dan tidak memperdulikan toko-toko itu menanggil. Dan yuph, keindahan Kyoto tidak terbalas setelah sampai ditempat ini.







Hujan turun setelah kami memasuki Kiyozimudera. Akhirnya kami memutuskan hanya menonton hujan dan turun shopping saat hujan merintik. Dan hujan itupun menjadikan alasan untuk kami tidak mengekplor Kyoto dan stuck disini. Yuph, we just shopping and shoppingπŸ˜„

Saat asyik shopping Hermin hilang. Benar-benar hilang, Kami mencoba menghubungi via SMS tapi tidak dijawab. Akhirnya kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Fushimi Inari sedang Hermin ternyata melangkah sendiri ke Gion. Ini photo-photo Hermin saat di Gion




Hujan masih membasahi Fushimi Inari saat kami sampai disini. Tempat ini sangat dekat dari Kyoto stasiun dan bisa diakses dengan JR Pass. Hanya lima menit keluar dari Stasiun kita sudah bisa menemukan tanda dari kuil ini.

Fushimi Inari Shrine adalah Kuil Shinto yang terkenal dengan Torinya.

JR Nara Line - Inari Stasiun
Tori Gate


Tori Souvenir

Hasil photo hermin saat ke Fushimi Inari keesokan hari

Cuaca dingin dan hujan membuat perut kami memanggil-manggil penjual kue ikan. Dan Woooow, rasa kuenya enak banget. Kami akhirnya bertemu lagi dengan Hermin di Kyoto Stasiun dan memutuskan untuk membeli tiket Shinkansen ke Kyoto. Sumpeh kaki pegel banget kalau disuruh berdiri naik Jr TrainπŸ˜”



Sampai di Shin-Osaka kami membeli tiket untuk ke Kansai Airport besok. Yuph. Besok hari terakhir kami di Jepang. LTD Haruka 39 dijam 18.45 menjadi pilihan kami. Lalu kami mensurvey tempat untuk penitipan koper agar besok pagi kami tidak mencari-cari lagi tempatnya. Kami pun pulang ke hotel packing !




Day 6th - Mengejar Sakura Japan Trip - Osaka Castle - Namba



Selesai check-out kami kembali menarik koper menikmati jalanan Takayama, hari ini kami melanjutkan perjalanan ke Osaka. Dari Takayama kami akan menaiki LTD Express Hida 6 Ke Nagoya lalu lanjut Shinkasen Hikari Ke Shin-Osaka.


Next JR Trip
Sebelum check-out photo dulu sama Sarubobo di lobby hostel *perasaan muka gw makin Jepang πŸ˜„
Tepat jam 09.38 kereta meninggalkan Takayama, dan saudara-saudara ternyata sepanjang jalan yang aku habiskan dengan tidur nyenyak kemarin terganti dengan pemandangan yang luar biasa. Sangkin luar biasanya aku spechless dan tidak mengambil photo apapun, malah asyik menikmati perjalanan. Gunung, Sungai, pohon pinus dan Sakura bersatu membuat alam menjadi sangat indah, sedang didepan mata Kacang almond dan hazel jadi cemilan. Ditambah Green tea hangat.. Hahaha, seandainya bisa kaya raya tapi tidak usah pakai kerja. πŸ˜₯πŸ˜…

Forget that, tepat jam 12 kami tiba di Nagoya dan langsung mencari Platform 16 tempat Shinkansen Hikari 467 menuju Shin-Osaka berada. Kami hanya punya waktu 10 menit untuk transit. Untung saja kami sudah melewati tempat ini kemarin saat dari Tokyo sehingga kami malah sampai hanya dalam waktu 5 menit.

Nozomi yang sedang parkir. Sayang JR Pass tidak cover untuk Nozomi
Petunjuk Keberangkatan, 12.09 itu untuk Nozomi
Hikari 467, Sangat nyaman dan ready Wifi πŸ˜™
Harus diabadikan 😏
Shinkansen Hikari 467 berjalan cepat, Saat naik kereta ini kami baru sadar kalau Shinkansen menyiapkan tempat charger dan wifi gratis. Sayang saat kami mengetahui saat pengumuman menuju Osaka. 

Kami sampai di Shin-Osaka 13.03pm, dan langsung mencari Exit East, berdasarkan informasi dari Step Inn Shin-Osaka Higashiguchi yang kami booking via Agoda, dari Exit East kami harus tetap berjalan ke arah kiri. Dan benar hanya 5 menit kami sampai ke Hotel 10 lantai ini. Walaupun kami sampai di jam 2pm tapi sang resepsionis yang Englishnya masih harus kuraba membukakan kamar untuk kami. Luas kamar hanya 12sqm tapi mereka bisa menata semua barang sehingga tetap terlihat luas. Dan ini adalah hotel termahal yang kami booking selama di jepang dengan harga Rp 5.447.018, untuk dua kamar dua malam. 







Selesai bersih-bersih kami memutuskan untuk menuju Osakajokoen tempat landmark Osaka Castle berada. Dari Shin-Osaka kami transit di Osaka lalu menaiki Jr Osaka Loop Line menuju Osakajokoen. Dan perjuangan dimulai. No English Information in the train. Hadeeeh, jadi kita harus mendengar suara sexy sang masinis baik-baik, kalau tidak ingin kelewatan atau salah stasiun (its happen to us πŸ˜† )

Sampai di Osakajokoen lagi-lagi antrian mengular seperti Ueno. Yuph its Sakura Season, jadi banyak orang jepang menghabiskan waktunya berhanami bersama keluarga dibawahnya.

Keluar dari JR Osakajokoen
Castlenya dah nongol tuh 🏯😊



Ada yang lagi photo  pre-wed



Pink, White Sakura and Us
Mulai gelap
Sedikit gelap
Gelap Beneran
Dah tau gelap tetap narcisπŸ˜‚ hahaha

Seperti yang saya bilang kami sangat suka terpesona pada suatu tempat, hanya sekedar duduk dan menikmati dunia yang lalu lalang disekitar kami. Kami bukan type pengexplor kami adalah type penikmat tempat. We are in Japan, thats it thats all. Hahhaa

Kami pun memutuskan untuk mampir ke Namba, alasan utama untuk narcis di Dontonbori daerah yang terkenal sebagai area shopping dan food street. Sampai hari ke 6 di Jepang kami belum membeli oleh-oleh dan tujuan utama kami adalah mencari Daiso.

Dari Osakajokoen kami transit di Shinimamiya lalu turun di JR-Namba. Kaki  yang lelah membuat kami malas tersesat. Jadi kami biarkan seorang gadis cantik jepang membantu kami menuju Daiso. Hahaha

Dan ternyata, Daiso hanya Daiso. Kalo mencari oleh-oleh yang sangat terlalu Jepang lebih baik belilah di daerah dekat kuil, Karena Daiso lebih seperti supermarket yang kalo aku ajak nyokap kemari dijamin dia akan memborong semua barang berharga 100 Yen itu.. Hahhaha

Tapi walau isi Daiso kurang menarik tapi tetap saja aku menghabiskan 5000 yen hari ini. Apa yang aku beli. Sampai sekarang akupun masih menatap bingung dengan barang-barang itu. Hahaha

Selesai dari Daiso kami mulai menyusuri Dontonburi area untuk bertemu landmark daerah ini. Salah satunya adalah Glico Man sang Neon Atlit Raksasa yang dipasang sejak tahun 1935 dan merupakan logo dari permen Glico dan juga Kani Doraku Crab, 6.5 mtr kepiting Raksasa yang dipajang didepan restoran Kani Doraku yang tangan dan matanya dapat bergerak secara mekanik.

Neon light di Namba *photo wiki travel
Glico Man
Kani Doraku Crab






Puas berjalan-jalan kamipun kembali ke hotel. Rasa pegal hari ini harus diganti dengan istirahat. Karena kami berencana ke Kyoto esok hari.